Seluruh Instrumen Aparat Pengadilan Negeri Cianjur Melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional

 

Cianjur, Senin 21 Mei 2018 Pengadilan Negeri Cianjur Kelas I B melaksanakan upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang bertempat di lapangan upacara Pengadilan Negeri Cianjur, Upacara tersebut dipimpin oleh Ketua Pengadilan Negeri Cianjur Kelas I B yaitu Bapak Rudi Suparmono, S.H., M.H. dengan susunan acara sebagai berikut:

  1. Pembukaan
  2. Mengheningkan Cipta dipimpin oleh Pembina Upacara
  3. Pembacaan Teks Pancasila diikuti oleh seluruh peserta upacara sekaligus amanat oleh Pembina Upacara 
  4. Pembacaan Naskah Pembukaan UUD 1945
  5. Pembacaan Sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika oleh Pembina Upacara

   

 

Jam Kerja Selama Bulan Ramadhan

Berdasarkan Surat Edaran Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor 4 Tahun 2020, tanggal 22 April 2020, tentang Penetapan Jam Kerja pada Bulan Ramadhan 1441 Hijriah di Lingkungan Mahkamah RI, dengan ini jam kerja selama Bulan Suci Ramadhan di Pengadilan Negeri Cianjur adalah sebagai berikut :

Senin s.d Kamis

Jam Kerja : Pukul 08.00 s.d puku1 15.00 waktu setempat
Jam istirahat    : Puku1 12.00 s.d puku1 12.30 waktu setempat

Jum'at
Jam Kerja : Pukul 07.30 s.d pukul 15.00 waktu setempat
Jam istirahat   : Pukul 11.30 s.d pukul 12.30 waktu setempat

 

Lampiran:

 

 

Dharmayukti Pengadilan Negeri Cianjur Memperingati Hari Kartini

Dharmayukti Pengadilan Negeri Cianjur memperingati Hari Kartini pada tanggal 20 April 2018. Peringatan hari Kartini tersebut dilaksanakan dengan meriah dan diisi dengan perlombaan-perlombaan. Perlombaan yang diadakan tidak lepas dari sejarah yang telah dilakukan oleh RA Kartini yaitu mengungkap kondisi sosial melalui sastra.

Dalam sejarahnya RA Kartini sering menulis surat. Pada surat-surat Kartini tertulis pemikiran-pemikirannya tentang kondisi sosial saat itu, terutama tentang kondisi perempuan pribumi. Sebagian besar surat-suratnya berisi keluhan dan gugatan khususnya menyangkut budaya di Jawa yang dipandang sebagai penghambat kemajuan perempuan. Dia ingin wanita memiliki kebebasan menuntut ilmu dan belajar. Kartini menulis ide dan cita-citanya, seperti tertulis: Zelf-ontwikkeling dan Zelf-onderricht, Zelf- vertrouwen dan Zelf-werkzaamheid dan juga Solidariteit. Semua itu atas dasar Religieusiteit, Wijsheid en Schoonheid (yaitu Ketuhanan, Kebijaksanaan dan Keindahan), ditambah dengan Humanitarianisme (peri kemanusiaan) dan Nasionalisme (cinta tanah air). 

Surat-surat Kartini juga berisi harapannya untuk memperoleh pertolongan dari luar. Pada perkenalan dengan Estelle "Stella" Zeehandelaar, Kartini mengungkap keinginan untuk menjadi seperti kaum muda Eropa. Ia menggambarkan penderitaan perempuan Jawa akibat kungkungan adat, yaitu tidak bisa bebas duduk di bangku sekolah, harus dipingit, dinikahkan dengan laki-laki yang tak dikenal, dan harus bersedia dimadu.

Surat-surat Kartini banyak mengungkap tentang kendala-kendala yang harus dihadapi ketika bercita-cita menjadi perempuan Jawa yang lebih maju. Meski memiliki seorang ayah yang tergolong maju karena telah menyekolahkan anak-anak perempuannya meski hanya sampai umur 12 tahun, tetap saja pintu untuk ke sana tertutup. Kartini sangat mencintai sang ayah, namun ternyata cinta kasih terhadap sang ayah tersebut juga pada akhirnya menjadi kendala besar dalam mewujudkan cita-cita. Sang ayah dalam surat juga diungkapkan begitu mengasihi Kartini. Ia disebutkan akhirnya mengizinkan Kartini untuk belajar menjadi guru di Betawi, meski sebelumnya tak mengizinkan Kartini untuk melanjutkan studi ke Belanda ataupun untuk masuk sekolah kedokteran di Betawi. (*)

Oleh karena itu, perlombaan yang diadakan oleh Dharmayukti Pengadilan Negeri Cianjur tidak terlepas dari sastra yaitu lomba membaca puisi dan perlombaan yang lain yaitu lomba fashion show.

 

(*) Wikipedia

Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Barat Bapak H. Arwan Byrin, SH., MH. melakukan kunjungan ke Pengadilan Negeri Cianjur

Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Barat yaitu Bapak H. Arwan Byrin, SH., MH. melakukan kunjungan ke Pengadilan Negeri Cianjur dalam rangka memantau kesiapan Pengadilan Negeri Cianjur untuk peresmian Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) adalah inovasi Mahkamah Agung RI dalam mewujudkan Peradilan yang agung dan modern. PTSP di Pengadilan Negeri Cianjur merupakan bagian dari pelayanan prima yang diberikan kepada para Pencari Keadilan.

Peresmian Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) sendiri dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah naungan hukum Pengadilan Tinggi Jawa Barat.

Kontak & Informasi !